Banner RAPI Wil 31 Kota Sukabumi photo banner-rapi_1.jpg

Menkominfo Usulkan RAPI Jadi Kanal Komunikasi Pemerintah

Selasa, 09 Januari 2018


Jakarta, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengusulkan agar Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) tidak hanya berperan dalam mengomunikasikan aktivitas sosial seperti kebencanaan di masyarakat, namun dapat berperan sebagai kanal komunikasi pemerintah.

“RAPI ini sekarang kontribusinya hanya mengomunikasikan dalam konteks aktivitas sosial di masyarakat. Kenapa tidak dimanfaatkan juga untuk komunikasi pemerintah? Dengan demikian masyarakat akan mendapatkan manfaatnya lebih banyak lagi,” usulnya saat Pengukuhan Kepengurusan Nasional Radio Antar Penduduk Indonesia Masa Bhakti 2016-2021 di Gedung Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (8/5/2017).

Menteri Rudiantara menyayangkan jika program-program pemerintah yang hebat tidak diketahui oleh masyarakat. “Kunci pemerintah bisa melakukan program-program pemerintah yang hebat-hebat tapi jika tidak diketahui, saya anggapnya sayang” ujarnya.

Bagi Rudiantara, jangkauan dan sebaran pegiat RAPI memungkinkan memberi nilai tambah bagi masyarakat di seluruh Indonesia. “Saya pikirnya RAPI bisa dianggap sebagai kanal komunikasi pemerintah karena RAPI itu organisasi yang tidak hanya ada di pusat atau Jakarta, tapi juga ada di daerah-daerah. Ini yang perlu kita pikirkan ke depan RAPI bukan hanya sekadar radio antar penduduk yang amatir tapi betul-betul bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” harapnya.

Dengan menjalankan peran seperti itu, Menkominfo menilai RAPI akan dapat melengkapi peran selama ini. “RAPI ini bisa disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa karena kita tahu RAPI akan berperan tanpa disuruh, sudah semacam intuisi, begitu ada masalah di masyarakat terutama berkaitan dengan kebencanaan, RAPI turun tangan,” paparnya.

Rudiantara mengatakan Kementerian Kominfo akan membantu RAPI agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik ke masyarakat. “Dalam menjalankan pelayanannya, tentunya Kominfo juga mendukung yang dibutuhkan oleh RAPI selama fokusnya adalah melayani masyarakat,” katanya.

Rudiantara mengatakan ada dua hal yang perlu diperhatikan pengurus RAPI yang baru dilantik. Pertama melayani masyarakat dan kedua, melayani internal RAPI karena RAPI ada di nasional dan di daerah. Berkaitan dengan pelayanan, Menteri Kominfo menekankan agar pengurus mendahulukan adanya kemudahan dan kecepatan . “Beberapa hal yang bisa diperbaiki adalah bagaimana meningkatkan pelayanan kepada anggota. Kemudahan harus didahulukan, kecepatan harus didahulukan. Dua hal ini jika dibutuhkan oleh Kominfo, tolong beritahu kami karena tugas Kominfo adalah membantu mendukung RAPI agar pelayanan bisa lebih baik,” harap Rudiantara. 

Salah satu terobosan yang diusulkan oleh Menteri Rudiantara adalah pembayaran iurang keanggotaan secara online. “Misalkan untuk pembayaran iuran keanggotaan sekarang sudah dimungkinkan untuk membayar secara online,” lanjutnya memberikan contoh.

Rudiantara berharap kepengurusan baru terus bekerja dan membantu masyarakat dalam semua aspek, termasuk bersiap untuk mendukung pelayanan lebaran. “Walaupun secara resmi satu tahun setelah Munas baru dikukuhkan bukan berarti baru bekerja. Ini hanya masalah teknis. Saya yakin pekerjaan RAPI tidak berhenti dari waktu ke waktu. Sebentar lagi kita mau lebaran, biasanya RAPI juga membantu memperlancar. Mudah-mudahan tahun ini mudik masyarakat dalam rangka lebaran berjalan lebih baik dan salah satunya karena dukungan RAPI,” papar Rudiantara.

Ketua Umum RAPI Agus Sulistiyono merespons baik usulan Menteri ominfo. Menurutnya ide kolaborasi dengan pemerintah perlu didukung dengan konten yang jelas.  “Ide dari Pak Menteri kalau memang bisa dirumuskan dengan baik, kami menjadi agen-agen pemeritah untuk bisa menyampaikan hal-hal yang terkait dengan program pemerintah tetapi harus ada konten yang jelas, jangan sampai ketika kami ditunjuk diberi kewenangan itu justru malah bias. Ide Pak Menteri baik, kalau memang ada konten yang baku yang bisa kami sampaikan dalam segala hal,” jelasnya.

Agus mengatakan RAPI yang berdiri sejak tahun 1980 sudah mempunyai lebih dari 120 ribu anggota di seluruh Indonesia dari tingkat nasional, daerah, wilayah, kecamatan, bahkan sampai ke tingkat desa. “Jumlahnya banyak. Kami sudah melakukan kerjasama dalam bidang sosial dengan Kementerian Sosial,” ujarnya. (PS)

Sumber : https://kominfo.go.id


 photo BarkodeRAPI.png

22.10
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda, Rogeeeer! :

0 komentar:

Posting Komentar